Rabu, 16 Desember 2009
Problem Solving
1.Bersikap tenang dan jangan lari dari masalah. Setiap orang pernah punya masalah dan masalah tidak akan terselesaikan kecuali kita menghadapi dan menyelesaikannya.
2.Rumuskan dengan jelas apa yang menjadi masalah. Misal, seorang siswa SMA yang tengah bingung menentukan jurusan kuliah. Jika hanya sekedar dibayangkan maka apa menjadi fokus masalah sering tidak tergambar jelas.
3.Apabila masalah yang membuat anda stress lebih dari satu, maka buatlah urutan prioritas dari yang paling penting hingga tidak. Lalu selanjutnya anda hanya tinggal fokus pada masalah yang terpenting.
4.Cari alternative solusi sebanyak mungkin. Misal, solusi memilih jurusan kuliah adalah : memilih jurusan mana yang prospek kedepannya cerah, atau memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuan anda. Atau bahkan anda bisa sharing dengan orang tua, saudara atau teman.
5.Pikir dan tulis untung-rugi dari masing-masing solusi.
6.Pilih solusi yang untung paling banyak dan rugi paling sedikit.
7.Apabila anda tidak mampu menyelesaikan sendiri, maka cerita dan berbagilah dengan orang yang dekat dengan anda. Orang lain mungkin bisa melihat masalah kita dengan perspektif lain yang memungkinkan bersama mencari solusinya.
Sabtu, 12 Desember 2009
Mengatasi Stress
Stress dalam pengertian sederhana adalah tekanan. Dan pengertian yang lebih luas ialah suatu perasaan yang kita alami ketika kita kehilangan kepercayaan diri dalam hal kemampuan untuk menghadapi suatu situasi. Ada yang berpendapat stress terkadang diperlukan dalam hidup ini. Tentu saja stress dalam kadar yang wajar. Karena ternyata ketika kita stress, tubuh kita menghasilkan suatu hormon yang bisa membuat kita mendapatkan ide-ide yang cemerlang. Inilah penyebab mengapa terkadang kita menemukan orang-orang yang bisa mendapatkan ide cemerlang justru pada saat ia mengalami tekanan ( stress ).
Yang akan kita bahas saat ini ialah tentang mengatasi stress yang kadarnya lebih besar. Stress yang dapat membuat seseorang tidak bisa berpikir jernih. Atau bahkan lebih fatal lagi, gila. Stress timbul karena adanya masalah atau konflik dalam kehidupan kita. Jelas ini sangat mengganggu kehidupan kita. Ada dua faktor yang mengakibatkan stress, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal disini yaitu situasi yang menekan itu sendiri. Sedangkan faktor internal adalah persepsi, pikiran-pikiran dan apa yang kita percayai mengenai situasi tersebut. Suatu contoh, mendapat nilai B bisa menjadi masalah yang menimbulkan stress bagi Irwan tetapi tidak bagi Adit.
Ada beberap gejala-gejala yang bisa menunjukkan kita sedang stress :
o Kepala terasa pusing, perut mual-mual.
o Merasa sangat khawatir.
o Merasa tidak berdaya, harga diri rendah.
o Mengalami masalah tidur, baik insomnia maupun hipersomnia.
o Sering marah-marah.
o Sulit berkonsentrasi.
o Murung.
o Mudah merasa bingung atau mudah merasa kebingungan.
o Emosi labil.
Mengatasi stress
Untuk membantu mengurangi stress, untuk mengembalikan kepercayaan dan meningkatkan perasaan bahwa anda mampu mengendalikan masalah yang berakibat pada stress, berikut saya beri tips-tips mengatasi stress yang saya ambil dari buku Mengatasi Rasa Cemas Depresi Guna Meraih Motivasi Kuat dalam Memulai Hidup ( Dale Carnegie, 2007 ) :
1. Langkah pertama, anda harus berpikir dan memaksa diri anda untuk menerima masalah anda, jika perlu. Katakan pada diri anda sendiri: “Masalah ini mungkin akan menjadi sebuah pukulan dalam hidup saya, tetapi tidak berarti masalah ini akan menghancurkan hidup saya. Saya akan selalu bisa memulai hidup saya menjadi lebih baik.”
2. Langkah selanjutnya, anda harus menganalisa situasi dengan tenang, jujur, tanpa rasa takut, seraya memikirkan hal terburuk yang akan terjadi sebagai akibat dari masalah anda.
3. Langkah ketiga, curahkan waktu dan tenaga anda untuk mencoba memperbaiki hal terburuk yang telah anda terima secara mental tadi.
Dan yang terpenting dari berbicara tentang masalah ataupun konflik adalah jangan lari, jangan menghindar, jangan ditunda, tapi HADAPI DAN SELESAIKAN. Ibarat sebuah luka, semakin lama kita menyelesaikan, atau semakin takut kita mengobatinya karena perih akibat obat atau takut operasi dan memilih membiarkannya, maka bukannya tambah sembuh luka itu melainkan semakin parah dan bisa malah membusuk atau infeksi. Tidak ada obat untuk mengatasi stress akibat masalah ataupun konflik sepanjang masalah tersebut belum diselesaikan. Selain itu juga, janganlah lari ke minuman keras atau narkoba untuk menghilangkan stress. Bukan solusi yang akan didapat melainkan masalah lebih besar yang akan anda dapat : ketergantungan pada zat-zat tersebut, perasaan ketakutan sepanjang waktu akan tertangkap polisi, hancurnya otak dan rusaknya tubuh, belum lagi hilangnya masa depan. HANYA PENGECUT DAN ANAK KECIL YANG TERBIRIT-BIRIT LARI DARI MASALAH.
Cara Meraih Sukses
Jika kita ingin bahagia dalam hidup, maka kita harus mempunyai tujuan yang jelas dan yakin bahwa tujuan itu akan berhasil. Dalam hidup, jika kita tidak mempunyai tujuan yang jelas dan spesifik, maka kita akan diombang-ambingkan oleh kehidupan ini. Banyak orang yang mengatakan, hidup ini tidak adil. Kata salah seorang motivator kita, memang hidup tidak adil. Tapi kita masih bisa berkompromi dengannya. Jadi, kalau kita ingin dapatkan sesuatu, maka bentuklah tujuan yang spesifik terlebih dahulu. Dan jangan biarkan orang lain mempengaruhi keputusan kita. Karena biasanya, setiap kali kita menetapkan suatu tujuan yang besar, orang lain akan mempengaruhinya. Kita tidak perlu memberitahu orang lain tentang tujuan kita tersebut, kecuali kita membutuhkan orang tersebut untuk tujuan kita. Jika ia malah menurunkan motivasi kita, maka tinggalkan orang itu dan tetap bertahan sambil mencari orang yang bisa membantu dan mendukung kita untuk mencapai tujuan kita.
Kita juga harus membuang jauh-jauh kata MUSTAHIL atau TIDAK MUNGKIN. Dengan berkata mustahil atau tidak mungkin, maka kita telah membuang kesempatan kita untuk berhasil. Henry Ford berkata, “Jika anda berkata bisa, anda benar. Dan jika anda berkata tidak bisa, anda pun benar. Maka jangan pernah berkata tidak bisa, karena anda telah membuang kesempatan untuk bisa.”
Lalu bagaimana cara meraih tujuan agar bisa berhasil dan efisien? Berikut tips dari saya yang semoga saja bisa membuat anda berhasil meraih tujuan anda.
1. Jadilah orang yang realistis. Banyak orang yang sudah menetapkan tujuan, tetapi mereka belum berhasil. Itu mungkin karena tujuan mereka tidak realistis. Artinya, mungkin tujuan mereka itu tidak sesuai dengan kapasitas dan kemampuan dirinya. Sama saja dengan (maaf) orang bisu yang ingin menjadi penyanyi terkenal.
2. Ingatlah semua tujuan anda. Dalam segala gerak nafas, anda harus mengingat semua tujuan yang telah anda buat secara realistis. Terkadang kita terjebak oleh hal-hal yang tidak penting yang bisa membuat kita lupa tujuan kita.
3. Visualisasikan tujuan-tujuan anda. Sebagian orang memvisualisasikan tujuannya. Jika anda melakukan hal itu, anda akan memperdalam keinginan anda untuk meraih impian-impian anda. Letakkan tujuan anda secara mendalam dalam pikiran anda dengan memvisualisasikannya secara berkala.
4. Tetapkan waktu untuk merealisasikan tujuan anda. Jangan biarkan tujuan anda berhenti pada kalimat, “Saya ingin kaya”. Akan tetapi, tambahkan dengan kalimat , “Saya ingin kaya dalam sepuluh tahun.” Namun anda pun harus menetapkan target waktu tersebut dengan realistis. Jika kemampuan dan potensi anda sangat besar, cobalah menentukan jangka waktu yang seimbang dengan tingkat kemampuan anda, sehingga tujuan anda akan cepat terealisasikan.
5. Gunakan waktu dan materi untuk mencapai tujuan anda. Setiap usaha membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Tanpa ada perjuangan dan pengorbanan, segala usaha tidak akan berjalan dengan mulus dan berhasil. Anda harus menyadari prinsip ini. Jika tujuan anda ingin menjadi pandai, maka anda harus mengorbankan waktu dan uang untuk membaca dan membeli buku-buku sebagai acuan/referensi untuk menjadi pandai. Tetapi anda juga tidak boleh membuang waktu anda untuk bersosialisasi, seperti yang sudah saya tulis dalam artikel sebelumnya.
6. Bergaullah bersama orang yang dapat menggerakkan anda pada tujuan-tujuan anda. Bergaul dengan orang pesimis akan melemahkan anda, sedangkan bergaul dengan orang optimis akan memberikan ilham pada anda. Hal ini berarti kalau anda ingin meraih segala tujuan, maka anda harus bergaul dengan orang yang tepat dan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan anda. Tapi juga bukan berarti saya menganjurkan anda untuk memilih orang yang pantas bergaul dengan anda. Bergaullah dengan semua orang, akan tetapi dekatilah orang-orang yang tepat dan sesuai dengan tujuan anda.
7. Bergeraklah setiap hari untuk mencapai tujuan anda. Pada dasarnya, prinsip sukses yang paling mendasar adalah tindakan. Jika anda bertindak dan berusaha mewujudkan segala impian anda dan anda berhasil mewujudkannya, maka itulah kesuksesan. Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk bertindak sesuai dengan kata hati dan tujuan hidup anda. Bertindak dengan kata hati akan mengantarkan anda kepada kesuksesan yang berujung pada kebahagiaan. Hal yang penting disini ialah anda harus konsisten dalam mengejar tujuan anda. Jangan pernah takut gagal. Karena dengan gagal, kita bisa mendapatkan kekuatan lebih untuk kembali mengejar impian anda.
8. Jangan pernah berputus asa. Jangan pernah memasukkan kata putus asa dalam kamus hidup anda. Putus asa hanya akan mengarahkan kita pada kegagalan dan kekecewaan, sedangkan ketekunan akan membawa kesuksesan dan kebahagiaan. Jika anda sudah berkeyakinan bahwa tujuan yang ingin kita capai mustahil tercapai, maka keyakinan itulah yang akan terus bertahan dan bersemayam dalam diri kita. Dan akan berakibat fatal. Anda akan kehilangan motivasi dan semangat untuk mencapai tujuan anda. Jangan pernah bosan mencoba, dan jangan pernah berputus asa.
Jika semua tips yang saya beri ini sudah anda coba dan kemudian anda belum berhasil, maka periksa kembali langkah-langkah anda. Dan jangan berhenti untuk mencoba. Thomas Alfa Edison membutuhkan ratusan percobaan sebelum akhirnya berhasil menemukan lampu. Jadi jangan pernah berhenti untuk mencoba serta jangan lupa untuk selalu berdoa pada Allah. Insya Allah artikel saya selanjutnya, kita akan membahas tentang stress.
Perjalanan Menuju sukses
Tetapi apakah kesuksesan itu sama dengan yang mereka angankan? Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah mereka akan bahagia dengan kesuksesan itu? Apa artinya sukses, jika tidak bahagia? Jika kita ingin menjawab semua pertanyaan itu, kita harus menyelaraskan pengertian SUKSES dengan pengertian BAHAGIA.
Irwan bisa lulus kuliah 3 tahun dengan IP 3.87, tetapi selama di kampus ia hanya belajar dan tidak pernah bergaul, hingga akhirnya ia merasa kesepian. David pada awal usia 35 sudah memiliki rumah mewah, mobil sport keren, tetapi ia merasakan kekosongan hidup. Setelah tercapai semua yang ia impikan, justru ia merasakan hidupnya hampa. Kemudian Adit akhirnya berhasil menjadi ketua BEM. Tapi karena kesibukannya, IP-nya selalu hancur sehingga ia lulus dengan IP pas-pasan dalam waktu 6,5 tahun. Ia kemudian menyesal melihat teman-temannya sudah lulus dan bekerja.
Kembali pada kasus diatas. Sebenarnya, apa itu kesuksesan? Tenyata sukses yang berarti kebahagiaan adalah KESEiMBANGAN. Kita dapat dikatakan sukses, apabila hidup kita seimbang. Misalnya adalah, kita sebagai mahasiswa bisa selalu mendapat IP diatas 3.00, tetapi tidak kehilangan kehidupan sosial karena aktif dalam organisasi maupun pergaulan dengan teman.
Kesuksesan tidak kita dapat secara tiba-tiba. Ia merupakan hasil dari perjalanan yang dinamakan PERJUANGAN. Perjalanan tersebut melalui beberapa tahapan.
1. Tahap pertama adalah berinisiatif melakukan perubahan diri yang inisiatif tersebut kita wujudkan dengan mengucap BASMALLAH. Melalui pengucapan Basmallah ini berarti kita janji melakukan perubahan yang perjanjian tersebut bukan dengan diri kita sendiri melainkan juga dengan Allah. Selain itu dengan mengucap Basmallah yang kita yakini benar, maka kekuatan kita untuk melangkah lebih jauh lebih besar karena dibantu oleh Sang Maha Kuasa. Hambatan dan cobaan sebesar apapun akan menjadi ringan.
2. Tahapan selanjutnya adalah evaluasi diri, menanyakan siapa diri kita sebenarnya. Ini penting, karena bagaimana kita bisa berjalan tanpa pernah tahu tujuan kita. Mengenal diri kita bisa dilakukan melalui dua jalan. Pertama, yaitu dengan cara melakukan perenungan guna mendapatkan reflekfi diri sendiri. Dan cara kedua yaitu dengan cara meminta masukan atau feedback dari orang sekitar kita. Melalui penilaian orang lain atas kesan luar ( first impression ) yang mereka tangkap ataupun kesan personal ( deep impression ) yang mereka dapatkan dari hubungan yang dalam, kita mengkonfirmasi bagaimana kita mempersepsi diri dan berperilaku selama ini.
3. Tahap terakhir berarti kita tinggal ikhtiar atau berusaha untuk mewujudkannya. Dan juga dengan tidak lupa untuk berdoa memohon bimbingan kepada Sang Maha Kuasa agar kita bisa mewujudkan keinginan kita tersebut. Serta selalu berpikiran positif dan tidak mudah putus asa jika apa yang kita usahakan belum berhasil. Karena saat kita belum berhasil, maka saat itu Tuhan sedang mempersiapkan suatu hal yang begitu besar untuk kita.
Mungkin untuk saat ini, cukup segini dulu yang bisa saya share. Insya Allah akan menyusul tulisan saya mengenai Cara Meraih Sukses.
Rabu, 09 Desember 2009
Biografi Kahlil Gibran
Pada usia 10 tahun ia ‘hijrah’ ke Amerika bersama ibu ( Kamilah ) dan kedua adik perempuannya ( Mariana & Sultana ). Namun hanya 3 tahun ia tinggal di Amerika, sebab ia bersekolah di Madrasah Al-Hikmat atau kerennya “School of Wisdom” (1898-1901) yang terletak di Beirut. Namun pada usia 19 tahun lagi-lagi ia ‘hijrah’ dari kampung halamannya ke Boston.
Gibran menulis pertama kali di Paris pada tahun 1901-1902 yang berjudul “Spirits Rebellious” ditulis di Boston dan diterbitkan di New York. Saat itu Gibran berusia 20 tahun. Buku tersebut berisi empat cerita sebagai sindiran keras untuk orang-orang korup yang ia lihat. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Tapi, sindiran-sindiran Gibran itu dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.
Pada masa Gibran tengah membentuk dirinya, ia menerima kabar bahwa adik perempuannya yang paling muda berusia 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.
Gibran kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudaranya meninggal karena TBC. Begitu juga ibunya, meninggal karena tumor yang ganas( hiks, hiks,,, kasian banget yak?? Bayangin aja, anggota keluarganya meninggal satu persatu antara bulan Maret dan Juni 1903. ). Jadi sekarang cuma tinggal Marianna yang tersisa dari keluarganya. Otomatis ia dan adiknya harus gotong-royong untuk meneruskan kehidupan keluarga.
Di tahun-tahun awal hidup mereka, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran hasil dari menjahit di Miss Teahan’s Gowns. Berkat kerja keras adiknya, Gibran bisa meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal( Ayo bang Gibran, kamu pasti bisa . . . hehehehe . . . ).
Tahun 1908, Gibran kembali lagi ke Paris. Disini dia hidup senang, karena dapat uang rutin dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua darinya tapi dikenal memilki hubungan khusus dengannya. Dari tahun 1909-1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya. Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.
Sebelum tahun 1912 “Broken Wings” ( sayap-sayap patah )telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya. Cetakan pertama “Broken Wings” ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.
Sebelum tahun 1918, Gibran siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, “The Madman”, “His Parables and Poems”. Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam “The Madman”. Setelah “The Madman”, buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah “Twenty Drawing”, 1919; “The Forerunne”, 1920; dan “Sang Nabi” pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922. Sebelum terbitnya “Sang Nabi”, hubungan dekat Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.
Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca “Sang Nabi”. Barbara Young adalah seorang pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya jadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.
Gibran menyelesaikan “Sand and Foam” tahun 1926, dan “Jesus the Son of Man” pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, “Lazarus” pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan “The Earth Gods” pada tahun 1931. Karyanya yang lain “The Wanderer”, yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain “The Garden of the Propeth”.
Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia karena penyakit sirosis hati dan TBC. Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita. Jasad penyair ini kemudian dimakamkan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana Gibran pernah melakukan ibadah.
Setelah Gibran meninggal, Barbara Young yang mengerti studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Dan selembar kertas yang bertuliskan, “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku.”
Selasa, 08 Desember 2009
Perbedaan Compiler dengan Interpreter
Perbedaan Compiler dengan Interpreter
Interpreter adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut. Perintah-perintah yang dibuat oleh programmer tersebut dieksekusi baris demi baris, sambil mengikuti logika yang terdapat di dalam kode tersebut. Proses ini sangat berbeda dengan compiler, dimana pada compiler, hasilnya sudah langsung berupa satu kesatuan perintah dalam bentuk bahasa mesin, dimana proses penterjemahan dilaksanakan sebelum program tersebut dieksekusi.
Sedangkan Compiler sendiri adalah program sistem yang digunakan sebagai alat bantu dalam pemrogaman.Perangkat lunak yang melakukan proses penterjemahan code (yang dibuat programmer) ke dalam bahasa mesin. Hasil dari terjemahan ini adalah bahasa mesin. Pada beberapa compiler, output berupa bahasa mesin dilaksanakan dengan proses assembler yang berbeda.
Untuk lebih jelas mengenai perbedaan antara Interpreter dengan Compiler, ada baiknya saya jelaskan lebih terperinci mengenai dua hal ini.
Perbedaan antara Compiler dengan Interpreter :
1. Jika hendak menjalankan program hasil kompilasi dapat dilakukan tanpa kode sumber. Kalau interpreter butuh kode sumber.
2. Jika dengan kompiler, maka pembuatan kode yang bisa dijalankan mesin dilakukan dalam 2 tahap terpisah, yaitu parsing ( pembuatan kode objek ) dan linking ( penggabungan kode objek dengan library ) . Kalau interpreter tidak ada proses terpisah.
3. JIka compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library demi menghasilkan suatu kode yang bisa dijalankan oleh mesin. Kalau interpreter tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library.
4. Interpreter cocok untuk membuat / menguji coba modul ( sub-routine / program-program kecil ). Maka compiler agak repot karena untuk mengubah suatu modul / kode objek kecil, maka harus dilakukan proses linking / penggabungan kembali semua objek dengan library yang diperlukan.
5. Pada kompiler bisa dilakukan optimisasi / peningkatan kualitas kode yang bisa dijalankan. Ada yang dioptimasi supaya lebih cepat, ada yang supaya lebih kecil, ada yang dioptimasi untuk sistem dengan banyak processor. Kalau interpreter susah atau bahkan tidak bisa dioptimasikan.

.jpg)