Powered By Blogger

Welcome ! ! ! ^_^

Welcome ! ! !
fham-princess-empire.blogspot.com

Rabu, 09 Desember 2009

Biografi Kahlil Gibran

Kahlil Gibran, ia lahir di Beshari, salah satu kota di Lebanon yang sering kedatangan tamu tak di undang. Di Beshari sering terjadi fenomena-fenomena alam, seperti hujan, badai dan petir. Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883.
Pada usia 10 tahun ia ‘hijrah’ ke Amerika bersama ibu ( Kamilah ) dan kedua adik perempuannya ( Mariana & Sultana ). Namun hanya 3 tahun ia tinggal di Amerika, sebab ia bersekolah di Madrasah Al-Hikmat atau kerennya “School of Wisdom” (1898-1901) yang terletak di Beirut. Namun pada usia 19 tahun lagi-lagi ia ‘hijrah’ dari kampung halamannya ke Boston.
Gibran menulis pertama kali di Paris pada tahun 1901-1902 yang berjudul “Spirits Rebellious” ditulis di Boston dan diterbitkan di New York. Saat itu Gibran berusia 20 tahun. Buku tersebut berisi empat cerita sebagai sindiran keras untuk orang-orang korup yang ia lihat. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Tapi, sindiran-sindiran Gibran itu dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.
Pada masa Gibran tengah membentuk dirinya, ia menerima kabar bahwa adik perempuannya yang paling muda berusia 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.
Gibran kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudaranya meninggal karena TBC. Begitu juga ibunya, meninggal karena tumor yang ganas( hiks, hiks,,, kasian banget yak??  Bayangin aja, anggota keluarganya meninggal satu persatu antara bulan Maret dan Juni 1903.  ). Jadi sekarang cuma tinggal Marianna yang tersisa dari keluarganya. Otomatis ia dan adiknya harus gotong-royong untuk meneruskan kehidupan keluarga.
Di tahun-tahun awal hidup mereka, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran hasil dari menjahit di Miss Teahan’s Gowns. Berkat kerja keras adiknya, Gibran bisa meneruskan karier keseniman dan kesasteraannya yang masih awal( Ayo bang Gibran, kamu pasti bisa . . . hehehehe . . .  ).
Tahun 1908, Gibran kembali lagi ke Paris. Disini dia hidup senang, karena dapat uang rutin dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua darinya tapi dikenal memilki hubungan khusus dengannya. Dari tahun 1909-1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya. Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.
Sebelum tahun 1912 “Broken Wings” ( sayap-sayap patah )telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya. Cetakan pertama “Broken Wings” ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.
Sebelum tahun 1918, Gibran siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, “The Madman”, “His Parables and Poems”. Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam “The Madman”. Setelah “The Madman”, buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah “Twenty Drawing”, 1919; “The Forerunne”, 1920; dan “Sang Nabi” pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922. Sebelum terbitnya “Sang Nabi”, hubungan dekat Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.
Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca “Sang Nabi”. Barbara Young adalah seorang pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya jadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.
Gibran menyelesaikan “Sand and Foam” tahun 1926, dan “Jesus the Son of Man” pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, “Lazarus” pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan “The Earth Gods” pada tahun 1931. Karyanya yang lain “The Wanderer”, yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain “The Garden of the Propeth”.
Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia karena penyakit sirosis hati dan TBC. Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita. Jasad penyair ini kemudian dimakamkan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana Gibran pernah melakukan ibadah.

Setelah Gibran meninggal, Barbara Young yang mengerti studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Dan selembar kertas yang bertuliskan, “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar