Powered By Blogger

Welcome ! ! ! ^_^

Welcome ! ! !
fham-princess-empire.blogspot.com

Sabtu, 12 Desember 2009

Perjalanan Menuju sukses

Menjadi sesorang yang sukses tentu adalah impian semua orang, karena tidak ada satupun manusia yang bermimpi untuk gagal. Namun ukuran sukses setiap orang biasanya berbeda. Ukuran sukses Irwan, seorang mahasiswa, adalah lulus dengan IP diatas 3.50 dengan lama studi 3 tahun. Berbeda lagi dengan David. Ukuran sukses untuk dia adalah punya sebuah rumah mewah, mobil mewah dan menjadi direktur perusahaan multinasional. Dan ukuran sukses untuk Adit adalah menjadi ketua sebuah organisasi yang ia geluti.
Tetapi apakah kesuksesan itu sama dengan yang mereka angankan? Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah mereka akan bahagia dengan kesuksesan itu? Apa artinya sukses, jika tidak bahagia? Jika kita ingin menjawab semua pertanyaan itu, kita harus menyelaraskan pengertian SUKSES dengan pengertian BAHAGIA.
Irwan bisa lulus kuliah 3 tahun dengan IP 3.87, tetapi selama di kampus ia hanya belajar dan tidak pernah bergaul, hingga akhirnya ia merasa kesepian. David pada awal usia 35 sudah memiliki rumah mewah, mobil sport keren, tetapi ia merasakan kekosongan hidup. Setelah tercapai semua yang ia impikan, justru ia merasakan hidupnya hampa. Kemudian Adit akhirnya berhasil menjadi ketua BEM. Tapi karena kesibukannya, IP-nya selalu hancur sehingga ia lulus dengan IP pas-pasan dalam waktu 6,5 tahun. Ia kemudian menyesal melihat teman-temannya sudah lulus dan bekerja.
Kembali pada kasus diatas. Sebenarnya, apa itu kesuksesan? Tenyata sukses yang berarti kebahagiaan adalah KESEiMBANGAN. Kita dapat dikatakan sukses, apabila hidup kita seimbang. Misalnya adalah, kita sebagai mahasiswa bisa selalu mendapat IP diatas 3.00, tetapi tidak kehilangan kehidupan sosial karena aktif dalam organisasi maupun pergaulan dengan teman.


Kesuksesan tidak kita dapat secara tiba-tiba. Ia merupakan hasil dari perjalanan yang dinamakan PERJUANGAN. Perjalanan tersebut melalui beberapa tahapan.

1. Tahap pertama adalah berinisiatif melakukan perubahan diri yang inisiatif tersebut kita wujudkan dengan mengucap BASMALLAH. Melalui pengucapan Basmallah ini berarti kita janji melakukan perubahan yang perjanjian tersebut bukan dengan diri kita sendiri melainkan juga dengan Allah. Selain itu dengan mengucap Basmallah yang kita yakini benar, maka kekuatan kita untuk melangkah lebih jauh lebih besar karena dibantu oleh Sang Maha Kuasa. Hambatan dan cobaan sebesar apapun akan menjadi ringan.

2. Tahapan selanjutnya adalah evaluasi diri, menanyakan siapa diri kita sebenarnya. Ini penting, karena bagaimana kita bisa berjalan tanpa pernah tahu tujuan kita. Mengenal diri kita bisa dilakukan melalui dua jalan. Pertama, yaitu dengan cara melakukan perenungan guna mendapatkan reflekfi diri sendiri. Dan cara kedua yaitu dengan cara meminta masukan atau feedback dari orang sekitar kita. Melalui penilaian orang lain atas kesan luar ( first impression ) yang mereka tangkap ataupun kesan personal ( deep impression ) yang mereka dapatkan dari hubungan yang dalam, kita mengkonfirmasi bagaimana kita mempersepsi diri dan berperilaku selama ini.

3. Tahap terakhir berarti kita tinggal ikhtiar atau berusaha untuk mewujudkannya. Dan juga dengan tidak lupa untuk berdoa memohon bimbingan kepada Sang Maha Kuasa agar kita bisa mewujudkan keinginan kita tersebut. Serta selalu berpikiran positif dan tidak mudah putus asa jika apa yang kita usahakan belum berhasil. Karena saat kita belum berhasil, maka saat itu Tuhan sedang mempersiapkan suatu hal yang begitu besar untuk kita.

Mungkin untuk saat ini, cukup segini dulu yang bisa saya share. Insya Allah akan menyusul tulisan saya mengenai Cara Meraih Sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar